Pada masa penjajahan Belanda pada abad ke-19, Belanda memperkenalkan biji kopi Eropa ke Indonesia yang memiliki sejarah setidaknya dua abad. Masyarakat Indonesia dari segala kalangan suka minum kopi, sesibuk apapun hidup pasti ingat “Ngopi yuk” yang artinya yuk kita minum kopi dulu. Menariknya, setiap kali stres melanda dan masalah menumpuk di pikiran, masyarakat Indonesia percaya bahwa menikmati waktu ngopi bisa membuat pikiran rileks dan segala kekhawatiran akan hilang. Pada saat yang sama, lebih dari 90% penduduk Indonesia beragama Islam dan minuman beralkohol tidak dianjurkan di wilayah tersebut. Oleh karena itu, kedai kopi atau warung pinggir jalan adalah pilihan terbaik bagi masyarakat Indonesia untuk bersantai dan bersosialisasi.
